Panggilan PDF Print E-mail
User Rating: / 2
PoorBest 
Friday, 27 August 2010 23:31

Di satu Misa di gereja, ada yang lain dari biasanya.  Pastur sedang mempromosikan lowongan kerja seumur hidup, namun dengan persyaratan yang sungguh sulit, Kemiskinan, ketaatan dan hidup selibat. 

 

Ada satu keluarga yang membagi pengalaman dua putra putranya yang sedang belajar di USA.  Adiknya telah mendapatkan gelar Master dan kakaknya telah mendapatkan gelar Doktor (Phd).  Tentu bapak dan ibu itu bangga kepada anak anaknya yang tidak menghambur hamburkan harta orang tuanya untuk tujuan lain selain untuk mendapatkan pendidikan di negara yang jauh dari Indonesia itu.  Masa depan yang cerah bisa didapatkan dari kedua anak anaknya karena orang tuanya juga sudah mempersiapkan mahkota kepemimpinan dari perusahaan yang telah dibangun dengan susah payah itu untuk buah hati mereka.


Seperti geledek yang menyambar di siang hari bolong rasanya, ketika anak bungsunya menyatakan ingin menjadi pastur.  Ibu itu bercerita bagaimana ia menangis mendengar keinginan anaknya itu selama berhari hari.  Setelah merelakan anaknya itu menempuh panggilan hidupnya, datang lagi berita yang jauh lebih mengejutkan karena kakaknya yang sulung menyatakan ingin juga menjadi pastur.  Dapatkah anda membayangkan perasaan ayah dan ibunya dua putra kesayangan mereka semuanya ingin menjadi imam? Bagaimana dengan perusahaan yang dibangunnya yang diharapkan akan diteruskan oleh anak anaknya itu?  Bagaimana kalau itu menimpa keluarga anda? Bagaimana kalau itu menimpa keluarga kami?

Pengorbanan


Apakah umat Kristen hanya bisa percaya kalau pemimpinnya hidup miskin atau sederhana dan selibat?  Nyatanya tidak karena kurang lebih separuh dari umat Kristen dapat mempercayai pemimpin rohani yang mempunyai keluarga seperti yang terjadi pada umat Kristen lain.  Apakah umat Kristen hanya percaya kepada pemimpin rohani yang kerjanya hanya di bidang rohani?.  Nyatanya tidak juga karena ada beberapa golongan yang percaya bahwa mereka juga boleh berkarya di bidang lain, misalnya dalam bidang politik untuk menjadi calon legislatif.  Itu semua tentu tergantung dari masing masing umat sendiri yang mempunyai pandangan pandangan yang berbeda. 

Ada beberapa golongan umat yang lebih mementingkan kotbah yang baik, yang menyentuh yang bisa memotivasi, kata beberapa orang yang sempat penulis baca.  Ada beberapa golongan umat yang ingin pemimpin rohaninya dapat perduli kepada kebutuhan umat yang diantaranya dengan kepedulian mereka mengunjungi umat ke rumah rumah mereka.  Akan menjadi masalah besar bila penilaian keberhasilan seorang pastor Katolik diukur dengan berapa kali ia mengunjungi umat umatnya karena perbandingan antara jumlah  umat dan jumlah pastor sangat mencolok.

 
Memang untuk mendapatkan pemimpin umat, pastor dengan syarat syarat diatas memang sulit.  Dalam satu artikel dikatakan bahwa umat di negara Eropa bisa menerima pastor yang berkeluarga.  Bagaimana dengan umat Katolik di Indonesia?  Bagaimana dengan pandangan teman teman se paroki anda?  Dari keingintahuan pribadi, saya menanyakan masalah ini kepada teman teman disini dan jawabannya adalah bila pastur berkeluarga katanya, apakah mereka tidak terganggu pengabdiannya kepada Tuhan karena urusan keluarga?  Singkatnya teman teman disini tidak setuju jika pastornya berkeluarga.  Apakah pandangan itu karena egoisme dari mereka?  Kelihatannya demikian karena ketika ditanya, apakah mereka mengijinkan anak anaknya menjadi pastor, jawabannya sudah bisa ditebak, hampir seluruhnya mengatakan tidak.

Mother Teresa mengatakan:

Pengorbanan untuk menjadi nyata harus berbeban, harus menyakitkan, harus mengosongkan diri.  Buah dari hening adalah doa, buah dari doa adalah iman, buah dari iman adalah kasih, buah dari kasih adalah pelayanan, buah dari pelayanan adalah damai.(1)

Blaisé Pascal mengatakan,

Belajar dari mereka yang mempunyai keterikatan denganmu, dan yang sekarang menempatkan atau mengorbankan semua milik pribadinya.  Mereka adalah orang orang yang tahu jalan yang ingin anda ikuti, dan yang telah disembuhkan dimana anda ingin  disembuhkan.  Ikuti jalan dimana mereka mulai, dengan mencoba berkelakuan seperti mereka yang percaya, berkati diri anda sendiri dengan air suci, menghadiri misa, dan seterusnya; dengan cara sederhana dan proses alamiah ini akan membuat anda percaya, akan membuat anda berkurang perlawanannya – akan memadamkan kesombongan intelektual….(2).

Andriomi mengatakan,

Para imam dan religius adalah seorang yang duduk di halte bus, menunggu kedatangan bus, sementara busnya belum kelihatan. Namun kehadirannya di halte itu meneguhkan dan meyakinkan setiap orang yang lain bahwa bus pasti akan datang, sehingga mereka pun berani untuk ikut menunggu kedatangan bus itu dengan setia. (3)

Walaupun banyak kalangan atau golongan orang Kristen tidak mempermasalahkan pemimpinnya mempunyai keluarga, namun banyak juga  golongan orang yang bisa lebih mempercayai pemimpin umat yang memang telah mengorbankan semua masa depannya dengan mengikuti Yesus Kristus secara total. 

Fakta telah menunjukan bahwa banyak pelayanan pelayanan kepada masyarakat yang mendapatkan perhatian menonjol adalah pelayanan yang dilakukan oleh kalangan religius yang tidak mempunyai keluarga seperti misalnya suster suster Missionary of Charity ataupun pastur pastur di Botherhood for the poor, ataupun pastur pastur yang melayani masyarakat yang terpinggirkan seperti pelayanan kepada orang miskin, orang yang di penjara dan lain sebagainya.

Kalau pelayanan pelayanan seperti itu hilang maka kitab suci Injil hanya akan menjadi teori yang sangat bagus tetapi tidak ada orang atau dengan sangat sedikit orang yang mempraktekannya.  Kalau pelayanan pelayanan seperti itu hilang maka persentasi kalangan pemikir yang katanya sekitar 40% dari kalangan ilmuwan yang percaya, akan semakin berkurang karena tidak ada lagi orang yang menggetarkan hati mereka.  Mereka akan semakin mengandalkan pikirannya daripada hatinya.  Professor professor di Universitas universitas di negara Amerika dan negara lainnya beserta juga mahasiswa mahasiswinya yang berkunjung ke rumah rumah yang dibangun oleh biarawan atau biarawati akan tidak lagi atau sedikit mempunyai tujuan tempat mereka mencari sentuhan hati.  

Ketika saya menceritakan kepada seseorang tentang pandangan dari kalangan Kristen liberal yang menghilangkan ke Tuhanan Yesus Kristus, seperti mereka yang masuk dalam kelompok Jesus Seminar, orang itu mengatakan bahwa kepercayaan kita tergantung kepada pengalaman pribadi dengan yesus Kristus.  Ah ya, pengalaman pribadi.  Tentu saya tidak ingin mengurangi betapa pentingnya pengalaman pengalaman pribadi.  Tetapi lihatlah kisah Orang kaya dan Lazarus yang miskin, 
 
Lukas 16:31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.

Yesus Kristus telah bangkit dari antara orang mati, tetapi berapa persen orang Kristen yang benar benar mempercayainya?  Mereka yang katanya mempunyai pengalaman pribadi, berapa persen dari kalangan terdekat anda, keluarga dan teman teman yang mempercayainya.  Bukankah sudah banyak yang mengatakan dengan analisa dan pandangan mereka sendiri tentang pengalaman pengalaman itu: tekanan psikologis, tekanan jiwa, tekanan pekerjaan, salah makan obat, semakin besar bohongnya semakin bisa dipercaya, gejala penyakit ayan dan lain sebagainya.

Francis Collin percaya kepada Yesus Kristus bukan karena pengalaman pribadi yang menggetarkan ataupun karena awalnya membaca kitab injil, namun awalnya dia menganalisanya dengan memperhatikan tingkah laku dari mereka orang orang yang percaya.  Saya rasa jasanya cukup besar dengan kesaksian atau ceramahnya di universitas universitas terkenal di Amerika.  Kalau saya yang memberi kesaksian di universitas universitas bergengsi tersebut, bukankah saya akan ditertawakan dan dianggap stegi (stengah gila).  Francis Collin dengan tingkat IQ (Intelligent Quotient) yang tinggi dan prestasi yang besar dalam bidang ilmu pengetahuan, tersentuh oleh orang dengan tingkat SQ (Spiritual Quotient) yang tinggi.


Apa yang membuat Albert Einstein terkesan :

"As a child, I received instruction both in the Bible and in the Talmud. I am a Jew, but I am enthralled by the luminous figure of the Nazarene."

Ketika kecil, saya menerima instruksi dari Injil dan Talmud. Saya orang Yahudi, tetapi saya terkesan dengan figur bercahaya  dari Nazaret. (4) 

"To Dr. Douglas he stated: “If I were not a Jew I would be a Quaker.”
Jika saya bukan orang Yahudi, saya akan menjadi seorang anggota Quaker (5)

"I consider the Society of Friends the religious community which has the highest moral standards. As far as I know, they have never made evil compromises and are always guided by their conscience. In international life, especially, their influence seems to me very beneficial and effective."

Saya mempertimbangkan bahwa "The Society of Friends" komunitas agama yang mempunyai standard moral yang tinggi.  Sejauh yang saya tahu, mereka tidak pernah membuat persekongkolan jahat dan selalu diterangi oleh hati nuraninya.  Di kehidupan international, terutama sekali, pengaruhnya kelihatannya sangat berguna dan efektif (6)

Pandangan pribadi, saya menghormati pastur bukan karena kemampuan organisasi, kemampuan intelektual ataupun faktor kecakapan menyampaikan pidato yang menyakinkan. Memang betul pendidikan untuk para pastur cukup sulit dan panjang minimal antara 7 s/d 8 tahun setelah menamatkan pendidikan setingkat SMA yang artinya untuk pendidikan umum sudah setingkat master.(7)  Lembaga legislatif Amerika pernah mempercayakan pastur pastur Katolik untuk menjadi anggota legislatif disana walaupun sekarang sudah tidak ada lagi setelah dilarang oleh gereja. 

Namun saya hanya melihat seperti yang dikatakan oleh Mother Teresa, pengorbanan untuk menjadi nyata harus berbeban, harus menyakitkan, harus mengosongkan diri.  Dan biarawan atau biarawati yang mau melayani Tuhan Yesus secara total mempunyai kesempatan yang jauh lebih besar untuk membuktikan imanNya itu untuk membuat kesan kepada mereka yang  belum percaya. Dan Gereja sangat membutuhkan pastur, suster , bruder yang dapat membuat kesan mendalam tersebut dengan perbuatan perbuatannya.

Yang menjadi masalah besar untuk mendapatkan calon calon biarawan atau biarawati seperti itu memang sulit karena seperti yang disindir dalam satu artikel :

Dalam berbagai doa bersama, memang tidak jarang beberapa umat menyuarakan doanya dengan nyaring dan lantang memohon agar jumlah ‘panggilan’ menjadi semakin bertambah. Sekalipun jauh didalam hati kecilnya doa itu sering kali diakhiri dengan kata2 dalam hati, ……”ASAL JANGAN ANAKKU, YA TUHAN”  (8)

Joel HH

(1). Pascal’s Wager:  http://en.wikipedia.org/wiki/Pascals_wager
(2). kata Kata Mother Teresa, http://www.ewtn.com/motherteresa/words.htm
(3). http://bijisesawi.com/2009/04/tanggapan-atas-menjadi-pastor-menjadi-imam-nabi-raja/
(4). http://www.einsteinandreligion.com/einsteinonjesus.html
(5). http://www.einsteinandreligion.com/lastthoughts.html
(6). http://www.einsteinandreligion.com/misccomments.html
(7). http://gemawarta.wordpress.com/2006/02/23/sakramen-imamat-dan-hidup-menjadi-imam/
(8). http://msf-panggilan.blogspot.com/2007/09/pemuda-punya-hati-pada-panggilan.html


References Tentang Panggilan menjadi imam:

http://bijisesawi.com/2009/04/pastor-imam-nabi-raja/
http://www.seminarikwi.org/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=1
http://www.mirifica.net/printPage.php?aid=3033
http://www.msf-family.com/berita-misi-dari-perancis-penulis-rm-edyanto-msf/
http://www.misafa.org/
http://web.pangudiluhur.org/html/artikel.php?p=34
http://www.santamaria.or.id/gagal_menjadi_seorang_pastor
http://manuamanlakaan.over-blog.com/article-29919827.html
http://www.mirifica.net/printPage.php?aid=5628
http://msfmusafir.wordpress.com/2008/10/12/mengapa-menjadi-suster-bruder-atau-imam/
http://www.seminarikwi.org/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=29
http://www.ekaristi.org/forum/viewtopic.php?t=5723&sid=8957e291e43e10f1aafeb99eb6a80d01
http://yesaya.indocell.net/id415.htm
http://www.ucanews.com/2009/04/15/indonesia-%E2%80%93-para-mantan-seminaris-dan-mantan-pastor-sepakat-dukung-panggilan-secara-aktif/
http://www.google.co.id/search?client=firefox-a&rls=org.mozilla%3Aid%3Aofficial&channel=s&hl=id&q=Panggilan+Hidup+menjadi+Imam&meta=&btnG=Telusuri+dengan+Google
 

 

Last Updated on Monday, 13 September 2010 13:24