Renungan Kemerdekaan PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Tuesday, 14 September 2010 02:27

Apa itu Kemerdekaan?

Julie Watner mengatakan,
“Freedom is a mental condition-a condition of the spirit. All of us are free, if we but choose to acknowledge it. To borrow from Rose Wilder Lane, freedom is control of self. The essence of your “self” is your mind, soul, and spirit. We all are always free to change our thoughts, improve our knowledge and understanding, change our attitudes and beliefs-the inner part of each of us. We do need more folks to recognize that they already are FREE!”  (1)

Julie melanjutkan tentang arti kebebasan,
“Liberty is a condition of the physical body: the absence of physical restraints. We seek liberty to use our resources, time, intelligence, and energy in the most beneficial (to us) way.”

Wordnet memberikan definisi tentang kemerdekaan,
“the condition of being free; the power to act or speak or think without externally imposed restraints” (2)

 


Wikipedia, mendefinisikan tentang Kemerdekaan secara politik,
“the absence of interference with the sovereignty of an individual by the use of coercion or aggression” (3)

 


Ingin mencoba diskusi mendetail lainnya tentang kemerdekaan,  lihat diskusinya disitus ini (4)

Walaupun definisi diatas lebih mengarah kepada kemerdekaan dan kebebasan individu, namun dengan mendekatnya perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke enam puluh tiga, kita patut bertanya apakah masyarakat Indonesia benar benar telah merasakan kemerdekaan dan kebebasannya?

Dalam suatu kesempatan kampanye president Reagan almarhum pernah mengatakan,
“Resesi adalah ketika tetangga Anda kehilangan pekerjaannya. Depresi adalah ketika Anda kehilangan pekerjaan Anda.  Dan pemulihan adalah ketika Jimmy Carter kehilangan pekerjaannya!” (5).  Tentu presiden Reagan tahu definisi diatas secara ekonomi, hanya saja untuk kepentingan kampanye ia dengan cerdik merubah definisi istilah ekonomi itu.  Ketika kita ingat tentang presiden Reagan, ingatan kita juga mengenang kontribusinya dalam kejatuhan komunisme, “National Review: Freedom’s Men (6); Time: Ronald Reagan And John Pope II (7); The wall Street Journal: Freedom’s Team, How Reagan, Thatcher and John Paul II won the Cold War (8).

Perayaan 17 agustus 2008 telah mulai semarak diselenggarakan dimana mana, namun bolehkah definisi kemerdekaan dan kebebasan itu kita hubungkan dengan keadaan ekonomi dunia dan terutama sekali dengan perekonomian di Indonesia.

Seperti yang dikatakan oleh Julie Watner, kita semua selalu bebas untuk merubah pikiran, memperbaharui pikiran dan pengertian, merubah tingkah laku atau sikap dan kepercayaan- bagian dalam dari diri kita masing masing.  Julie melanjutkan kemerdekaan adalah kontrol terhadap diri yang berupa pikiran dan roh. 

Namun bagaimana kita bisa merubah dan mengontrol pikiran, memperbaharui pikiran, pengertian dan sikap kita jika masyarakat di Indonesia masih banyak yang hidup dalam kemiskinan.  Pendidikan dan peningkatan pengetahuan membutuhkan banyak biaya.  Bagaimana sebagian masyarakat kita bisa bebas dari kemiskinan bila masih tinggi tingkat pengangguran? Bagaimana masyarakat kita bisa mengurangi tingkat pengangguran bila masih banyak yang belum memperoleh pendidikan dan ketrampilan yang baik untuk bersaing di tempat kerja baik dalam lingkup lokal maupun global.

Ada yang berpendapat bahwa Indonesia belum merdeka karena Indonesia masih dijajah secara ekonomi yang dibuktikan dengan banyaknya produksi luar negeri yang membanjiri pasar lokal sehingga mematikan usaha dalam negeri.  Betulkah demikian?  Pasar ekonomi China, india, dan Vietnam juga mengalami hal yang sama tetapi ketiga negara juga membanjiri negara negara lain dengan produk produk negaranya. Indonesia juga mengirim banyak sekali produk produk dalam negerinya ke negara lain.  Yang menjadi pertanyaannya adalah perbandingan nilai antara ekspor dan impor.

Thomas L. Friedman, mengulas bagaimana dengan kemajuan teknologi informasi terjadi perpindahan pekerjaan dari Amerika ke India, juga mengulas kemajuan di India dan China dalam bukunya “The world is Flat”. (9).  Alan Greenspan juga mengulas dalam “Abad Prahara”, bagaimana perubahaan dari masyarakat ekonomi tertutup ke pasar bebas, telah mengubah Vietnam, India dan China.

Apakah masyarakat Indonesia benar benar telah merasakan kebebasannya dalam memilih pekerjaan?  Bagaimana bebas memilih pekerjaan bila pekerjaan yang tersedia juga langka?  Perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke 63 dihantui dengan krisis energi dan pangan, dan kita perlu menghubungkan arti kemerdekaan itu dengan definisi olok olok presiden Reagan “Resesi adalah ketika tetangga Anda kehilangan pekerjaannya. Depresi adalah ketika Anda kehilangan pekerjaan Anda”.  Betul sekali definisi Reagan bahwa depresi adalah ketika kita kehilangan atau tidak mempunyai pekerjaan yang mana ketika seseorang dalam keadaan depresi akan kehilangan kemerdekaannya dalam mengontrol jalan pikirannya, seperti yang tersirat dalam definisi Julie.

Dapatkah kita memproteksi perekonomian nasional dengan menutup diri dari pergaulan dan perekonomian global.  Kita perlu lebih membuka diri dengan terus memberikan insentif insentif masuknya modal investasi jangka panjang untuk membuka lapangan lapangan kerja baru bagi masyarakat kita. Dengan demikian mudah mudahan lebih banyak lagi masyarakat kita bisa bebas memilih dari sekian banyaknya pekerjaan yang tersedia.

Lupakan perbedaan golongan, ras, suku, keyakinan, agama, ideologi politik, marilah kita sesama putra dan putri Indonesia berseru:

Kami putera dan puteri Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia
Kami putera dan puteri Indonesia, mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia
Kami putera dan puteri Indonesia, mengaku berbahasa satu, bahasa Indonesia

Indonesia Tanah Air: http://www.youtube.com/watch?v=iWKhYvfJOk4
Rini & Wilson - Tanah Air Indonesian Idol: http://www.youtube.com/watch?v=VdtPsG3Sc1E&NR=1

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 63.

Joel HH


(1). http://users.aol.com/vlntryst/defin.html
(2). http://wordnet.princeton.edu/perl/webwn?s=freedom
(3). http://en.wikipedia.org/wiki/Freedom
(4). http://www.jimwestergren.com/what-is-freedom/
(5). Abad Prahara, Alan Greespan,  PT Gramedia Pustaka Utama, 75
(6). http://www.nationalreview.com/comment/riebling200504040753.asp
(7). http://www.time.com/time/covers/0,16641,19920224,00.html
(8). http://www.opinionjournal.com/diary/?id=110005181
(9). The World is Flat, Thomas L. Friedman, Dian Rakyat.